Rabu, 01 Februari 2012

Filosofi sarung


Ini terjadi kira-kira tahun 2008, saat itu saya di antar suami ke Pasuruan naik sepeda motor untuk tes tulis di sebuah perusahaan swasta di Pasuruan.
Saat itu kami melepas lelah barang sebentar di mushola di sebuah POM di daerah Kraton Pasuruan sambil mengisi bensin sepeda motor.
Saat itu jam tangan menunjukkan pukul 08.00 WIB. Kami menemui banyak laki-laki berkendara yang masih memakai sarung.

Saya berasal dari Blitar yang di Jawa Timur di kenal dengan daerah Islam abangan.
Apa itu Islam Abangan bisa kita cari di internet.
Jadi dalam lingkungan saya tidak terbiasa ada orang yang masih memakai sarung pada pukul 06.00 WIB ke atas. Orang yang masih memakai sarung di jam segitu pasti di anggap aneh atau bahkan (--maaf) malas di daerah saya. Kecuali memang di daerah pondok pesantren.
Ada satu contoh di desa tempat saya tinggal di Blitar. Seorang tokoh agama di desa saya pada siang hari kemana-mana masih memakai sarung. Orang satu desa sudah pasti ngerasani. Di katakan seperti tidak punya pekerjaan saja siang-siang masih pakai sarung.
Hehehe....
Kemudian saya tidak pernah juga melihat orang memakai sarung di siang hari dan memakainya kemana-mana di daerah Sidoarjo, tempat saya sebelumnya tinggal.
Sangat jauh berbeda dengan di Pasuruan dimana banyak sekali kita jumpai pondok pesantren. Sehingga kehidupan sehari-hari di Pasuruan menerapkan lingkungan Pesantren pula, jadi tidaklah aneh para laki-laki memakai sarung kemana-mana. Mulai ke pasar sampai hajatan nikah, mereka dengan bangga memakai sarung.
Bagi orang luar kota pasuruan, seperti saya, ketika pertama kali ke Pasuruan pasti akan merasa aneh.

Sarung menurut kamus besar Indonesia adalah Pakaian khas Indonesia biasanya dipakai oleh laki-laki dari pinggang sampai ke batas mata kaki; pembungkus keris; dll.
Sarung sendiri adalah kain lebar yang di jahit pada kedua ujungnya sehingga membentuk tabung.
Menurut catatan sejarah, yang saya ketahui dari internet, sarung berasal dari Yaman bahkan telah menjadi pakaian tradisional Yaman.
Sarung juga telah menjadi salah satu pakaian penting dalam tradisi Islam di Indonesia. Tradisi menggunakan sarung di Tanah Air tersebar di berbagai wilayah. Biasanya digunakan oleh pria muslim untuk keperluan ibadah, upacara perkawinan maupun acara adat.
Tradisi menggunakan sarung di Indonesia boleh jadi mulai berkembang setelah masuknya ajar Islam yang dibawa para saudagar dari Arab, khususnya Yaman.
Sebenarnya di dunia Arab, sarung bukanlah pakaian yang diidentikkan untuk melakukan ibadah seperti sholat. Bahkan di Mesir sarung dianggap tidak pantas dipakai ke masjid maupun untuk keperluan menghadiri acara-acara formal dan penting lainnya. Di Mesir, sarung berfungsi sebagai baju tidur yang hanya dipakai saat di kamar tidur.

Di Indonesia, sarung menjadi salah satu pakaian kehormatan dan menunjukkan nilai kesopanan yang tinggi. Tak heran jika sebagian masyarakat Indonesia sering mengenakan sarung untuk sholat di masjid. Laki-laki mengenakan atasan baju koko dan bawahan sarung untuk sholat, begitu pula wanita mengenakan atasan mukena dan bawahan sarung untuk sholat.
 
Sebenarnya bagaimana rujukannya terhadap ajaran Islam?
Dalam Islam pakaian untuk sholat adalah pakaian yang menutup aurat dan bersih dari najis.
Untuk masalah bersih dari najis inssyaAlloh kita sudah sama-sama memahaminya. Kalaupun sedikit lupa atau kurang paham bisa kita buka kembali catatan-catatan mengenai itu atau bahkan langsung bisa kita browsing di internet.
Batas aurat laki-laki menurut jumhur ulama adalah antara pusar dan lutut.
Barang kali ada beberapa faktor yang membuat sarung begitu lekat dalam tradisi Islam di Indonesia, antara lain; sangat mudah dipakai dan simpel. Selain itu ukurannya yang panjang mudah untuk menutupi aurat dengan baik.
Sarung juga longgar dan tebal sehingga tidak menunjukkan lekuk tubuh pemakainya.

Yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah sarung sudah ada pada jaman Nabi ?.

Jika merujuk pada salah satu hadis, penggunaan sarung kemungkinan besar juga sudah dikenal pada zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini terlihat dalam sebuah Hadis Riwayat Bukhari- Muslim. Dari Sahal bin Sa’ad dikisahkan bahwa Nabi SAW pernah didatangi seorang wanita yang berkata, ”Ya Rasulullah kuserahkan diriku untukmu”. Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata,” Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya.”

Rasulullah berkata,” Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? Dia berkata, “Tidak kecuali hanya sarungku ini”. Lalu Rasulullah menjawab, “Bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi, carilah sesuatu.” Dia berkata, ”Aku tidak mendapatkan sesuatu pun.”

Rasulullah berkata, ”Carilah walau cincin dari besi.” Pria itu mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Rasulullah berkata lagi, ”Apakah kamu menghafal Alquran?” Dia menjawab, ”Ya surat ini dan itu” sambil menyebutkan surat yang dihafalnya. Berkatalah Rasulullah, ”Aku menikahkan kalian berdua dengan mahar
hafalan Alquranmu.” Dari riwayat tersebut, sarung sepertinya telah digunakan sejak zaman Nabi sebagai pakaian untuk menutupi aurat.
Wallahu a'lam.

( Mohon koreksinya bila ada kesalahan dan ketidaktepatan dalam tulisan ini)
[] Runa Rimawati, 2-Peb-2012

Apakah sedih bisa dijelaskan ?

Apakah sedih bisa dijelaskan ?
Perlu diketahui bahwa saat ini saya sedang tidak sedih.


Teringat saat saya masih kuliah semester 4, saya lupa entah hari apa. Seingat saya itu masih tengah minggu.
Telepon di kosan berdering dan ternyata itu adalah ibu saya.
Dari jauh saya mendengar suaranya, dan memberitahukan bahwa kakek saya dari bapak meninggal.
Saya tergugu tanpa bisa bersuara saking sedihnya. Suara ibu di seberang sana yang menghibur agar jangan sedih sudah tak terdengar lagi karena saya terlampau sedih.
Saya sangat menyesal kenapa ketika saya pulang hari minggu saya tidak mampir ke rumah kakek. Padahal biasanya tiap kali pulang saya pasti menyempatkan menengok kakek dan nenek.
Kakek adalah seorang pendiam yang hanya berbicara seperlunya saja. Bahkan ketika sakit pun beliau tidak pernah mau untuk menunjukkan kepada kami anak dan cucunya.
Istilahnya tidak mau merepotkan orang lain.
Seandainya waktu bisa di putar ulang, pasti saya akan ke rumah kakek dulu sebelum saya balik ke Malang, untuk mencium tangan dan pipi beliau.
Huuffft….

Sedih merupakan salah satu emosi akibat berhadapan dengan situasi yang mengecewakan, dan muncul akibat penderitaan karena luka, derita dan sakit.
Umumnya ketika merasa sedih maka kita akan menangis.
Namun demikian menangis bukanlah emosi tetapi menangis adalah ekspresi dari sebuah emosi.

Realitanya, jadi sedih bisa di sebabkan oleh berbagai hal. Sedih karena kegagalan, keputus asaan atau kehilangan orang yang di cintai maupun teman.
Untuk point terakhir, sedih karena kehilangan atau harus berpisah dari teman….
Hmmm…
Seorang teman lama pernah berkata dengan sedihnya karena setiap kali mempunyai sahabat tapi ujung-ujungnya harus berpisah.
Saya pun pernah mengalaminya.
Dia adalah teman kerja di tempat kerja saya sebelumnya. Sebenarnya kami tidak terlalu dekat, karena kami berlainan jenis sehingga alangkah lebih baiknya menjaga jarak daripada timbul fitnah. Kami seangkatan ketika masuk di sana. Sehingga cukup sering curhat masalah pekerjaan.
Meskipun saya sedikit risih dengan gaya nya yang sedikit banyak bicara, toh ketika dia resign saya merasa sedih juga.
Perasaan sedih yang lebih karena merasa tidak akan punya teman senasib lagi, lain tidak.
Tahu kah anda obat mujarab untuk mengatasi nya ?
Ya ,,,sang waktu adalah obat paling ampuh nan mujarab yang di anugerahkan oleh Alloh Ta’ala untuk kita.

Benarkah pernyataan saya..? Wallahu a’lam.
[] runa rimawati, 2-Peb-2012

Kamis, 12 Januari 2012

My first Kimbab

Hmmmm....kimbab, salah satu masakan khas dari negara gingseng, Korea Selatan. 
Sebenarnya saya belum pernah merasakan bagaimana rasa dari masakan ini. 
Hanya saja saya sering melihatnya di drama Korea yang di putar di salah satu televisi swasta setiap sore. Dan itu  cukup membuat saya penasaran. Akhirnya saya mencoba browsing di internet mencari resep dan cara pembuatannya. 
Salah satu kesulitan terbesar adalah mendapatkan rumput laut kering. Saya mencoba mencarinya di supermarket terdekat, tapi tidak ada. Untungnya ada seorang teman yang bersedia mengirimnya melalui jasa kurir. 
Dan jadilah kimbab versi saya seperti di bawah ini....^^

Resep asli Korea, nih bahannya:
·             4 lembar kim (rumput laut yg dikeringkan) b’bentuk segi 4 dan warnany hitam (bisa diperoleh di supermarket besar/supermarket khusus Korea)
·             2 mangkuk nasi
·             1 butir telur dadar, iris tipis
·             50gr wortel, kupas, potong korek api
·             50gr danmuji (asinan lobak), potong korek api
·             50gr bayam, dibersihkan lalu direbus sebentar dalam air panas dengan sedikit garam lalu disaring
·             50gr ham (bisa diganti dengan daging sapi, tuna, atau keju), potong korek api
·             1 sdm minyak wijen
·             ½ sdm cuka
·             sedikit garam dan minyak goreng
Cara Pembuatan:
·             Campurkan nasi dengan ½ sdm minyak wijen, cuka, dan sedikit garam.
·             Tumislah wortel dengan sedikit minyak.
·             Tuang dan ratakan nasi diatas Kim.
·             Atur wortel, bayam, telur dadar, ham, danmuji di bagian depan atas nasi.
·             Gulunglah kim bersama dengan isiny.
·             Potong sebesar 1cm.
·             Sajikan..


Versi saya (Runa)…^^
Bahan :
  • Rumput laut kering ( nori ) jml sesuai kebutuhan
  • Nasi sesuai kebutuhan (beras+ketan)
  • Wortel kupas potong memanjang, tumis secukupnya
  • Bayam, dibersihkan trus di tumis dg bwang putih+garam+bwang bombai+cabe (jika ingin pedas)+sdkit gula
  • Sosis,
  • Mentimun kupas d buang tengahnya di potong memanjang
  • Telur dadar potong memanjang

Cara pembuatan :
  • Bumbui nasi dengan bumbu (yang terdiri atas bawang putih+garam+merica) yang telah di tumis
  • Ratakan nasi di atas nori
  • Atur wortel, bayam, telur dadar, sosis, mentimun di atas nasi
  • Gulung nori beserta isinya
  • Potong 1 cm,
  • Sajikan..

Rasanya, seperti yang sebelumnya sudah saya bayangkan, satu potong sekali masuk mulut lalu kunyah, hmmmm...yummmy....^^

Selamat mencoba...





















Senin, 09 Januari 2012

Senin, 04 April 2011

Menangis

Saat menulis tulisan ini saya tidak sedang menangis.
Bukan berarti saya tidak pernah menangis.
Sebagai manusia biasa yang penuh dengan kelemahan, tentu saja saya sangat sering menangis baik dalam kondisi sedih maupun gembira.

Saya sangat sependapat dengan pendapat yang menyatakan bahwa menangis bukan sekedar pelampiasan perasaan.
Menangis merupakan reaksi atas tersentuhnya hati oleh sebuah kejadian.
Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan.
Patutlah kiranya kita ingat, bahwa tangis adalah anugerah bagi hidup dan hati agar senantiasa menyadari fitrah kemanusiaan yang begitu indah, tetapi lemah dan tak berdaya atas kuasa Yang Maha Perkasa.
Menjadi sebuah cerminan ketiadaan juga keterbatasan, tiada yang sempurna di dunia dan tak ada keabadiaan atas fana, semua yang bernyawa akan binasa.

Lalu, mengapa kita menangis? Adakah manfaat air mata kita?
Saat kita masih bayi, tentulah kita sangat sering menangis.
Dimana tangisan tersebut merupakan simbol yang memberitahukan bahwa ada masalah pada bayi, mungkin merasa sakit atau tidak nyaman.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa menangis sudah menjadi identitas manusia sejak dilahirkan.
Hal pertama yang bisa dilakukan oleh manusia, sebelum bisa bicara, tertawa maupun berjalan, adalah menangis.
Tidak diperlukan guru untuk mengajarkan bagaimana caranya menangis, karena pasti semua bisa melakukannya, karena fitrah dari Yang Maha Kuasa.
Tangis bisa menjadi alat pendeteksi perasaan seseorang.
Jangan pernah memendam tangis.
Ketika menangis, biarkan menangis. Karena menangis bukanlah kesalahan yang harus dihakimi. Menangis merupakan kebebasan jiwa untuk mengungkapakan perasaan yang tersimpan, yang tersisa dan terbiarkan di dasar keinginan.

Terlepas dari berbagai alasan yang melatarbelakangi tangisan, aktivitas mengeluarkan air mata ini ternyata memberikan manfaat, baik secara psikologis, sosial, medis maupun spiritual.
Dari internet, saya memperoleh informasi bahwa secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh. Berkaitan dengan ini, ada 4 manfaat menangis.
1. Meningkatkan mood
Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein albumin yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

2. Mengurangi stress
Penelitian menyatakan bahwa air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.

3. Melegakan perasaan
Sepertinya, setiap orang merasakan hal ini setelah menangis. Setelah menangis, berbagai masalah dan cobaan yang mendera, kekesalan dan amarah yang menyesak, serta goresan sakit hati biasanya berkurang dan muncullah perasaan lega.
Perasaan lega yang dialami seseorang setelah menangis muncul karena sistem limbik, otak dan jantung menjadi lancar. Karena itu, keluarkanlah masalah di pikiran dengan menangis, jangan dipendam karena bisa menjadi tangisan yang meledak-ledak. Malu menagis sesak di dada, tertahan menjadi ganjalan perasaan yang sewaktu-waktu bisa memporakporandakan pertahanan jiwa, rasa bahkan raga.

4. Menjadi penghalang agresivitas
Orang yang sedang memuncak tingkat emosinya, meletup amarahnya biasanya akan berlaku dan bersikap lebih agresif bahkan bisa berdampak destruktif. Emosi yang diluapkan dengan menangis mampu menjadi penghalang agresivitas.

Dari segi medis, kegiatan mengundang dan mencurahkan air mata ini memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, khususnya mata. Antara lain :
1.Membantu penglihatan.
Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
2.Membunuh bakteri.
Air mata berfungsi sebagai antibakteri alami.
Tanpa obat tetes mata, sebenarnya mata sudah mempunyai proteksi sendiri. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 % bakteri yang tertinggal hanya dalam 5 menit.
Misalnya, bakteri yang terserap dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin, serta tempat-tempat yang mengandung bakteri.

3.Mengeluarkan racun.
William Frey, seorang ahli biokimia yang telah melakukan beberapa studi tentang air mata menyatakan bahwa air mata yang keluar saat menangis karena faktor emosional ternyata mengandung racun. Jadi, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa racun dari dalam tubuh terbawa dan dikeluarkan melalui mata.

4.Membantu melawan penyakit.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
Bagaimanapun, perasaan tertekan dan tersakiti bisa membuat seseorang stres.
Endapan stres yang terpendam dengan menahan tangisan inilah yang sering menimbulkan gejala tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya yang dipicu oleh stres.

Menangis tak selalu identik dengan sosok perempuan.
Setiap raga yang memiliki jiwa pasti pernah menangis, setidaknya menangis dalam hati, menangis ketika masih bayi, dan menangis di hadapan Tuhan.
Tangisan tidak selalu berarti kerapuhan, kecengengan atau kelemahan seseorang.
Jika tangisan bisa melemahkan seseorang, tangisan pun bisa menguatkan ketegaran seseorang untuk berjuang.
Dalam kepasrahan yang dalam, tangisan mampu mengembalikan kesadaran seseorang akan fitrahnya sebagai manusia dan hamba Yang Maha Sempurna, sehingga tangisan mampu melarutkan sebuah jiwa dalam doa yang khusyuk, taubat yang sesungguhnya hingga totalitas penyerahan diri kepada Tuhan.. Ini yang disebut tangisan spiritual.

Kita sering menangis ketika hati terluka, curhat mengadukan sejuta masalah, meminta selaksa kemudahan, memohon segudang rezeki dalam hidup kita atau sekedar menyatakan ketidakmampuan menghadapi cobaan hidup kepada Yang Maha Hidup.
Setelah mengadukan semua kepada-Nya, ada setitik tenang dalam hati, setetes spirit untuk kembali memberdayakan ikhtiar hidup di atas keyakinan akan pertolongan-Nya.
Doa, dzikir dan air mata mampu menutrisi hati untuk kembali menafaskan-Nya.
Di sanalah fitrah itu berkarya, menumbuhkan rasa sakit, menyisipkan luka dan kecewa, memekarkan kebahagiaan, dalam sebuah tangisan yang bermakna agar kita menyadari eksistensi dan kekuasaan Yang Maha Kuasa.
Karena itu, menangis yang utama ialah menangis karena dosa, dan tangis yang sempurna adalah tangisan demi Yang Maha Cinta.

Tuhan tidak pernah menghakimi makhluk-Nya.
Segala derita dan kemelut masalah bukan karena kehendak dan takdir semata, melainkan karena perbuatan kita sendiri. Maka, bijaklah menghadapi tangisan.
Biarkan menangis.
Jika tak mampu meredakan, diamlah.
Bila tak ingin menyaksikan, tinggalkan sejenak hingga ia menemukan ruang yang tenang.
Mungkin ia butuh waktu untuk meluapkan perasaan.
Mungkin juga butuh jeda untuk berdamai dengan perasaan dan kenyataan hingga ia mampu untuk mengungkapkan alasan (karena manusia senantiasa mempertanyakan alasan).
Itulah bentuk apresiasi atas tangisan, tak perlu selalu dengan kata-kata karena di suatu keadaan sikap dan perlakuan lebih menunjukkan pengertian dan penghargaan.
Hidup dan para pemeran cerita kehidupan butuh apresiasi karena dengan mengapresiasi kehidupan kita akan menemukan makna hidup.
Memberi apresiasi yang pantas untuk sebuah tangisan pun merupakan wujud memahami dan mengerti hati orang-orang yang kita cintai.

Tangis tetaplah tangis yang mengekspresikan perasaan atas kenyataan, atas keadaan.
Menangislah, tapi jangan menangisi untuk mempertanyakan keadilan Tuhan.
[] Runa Rimawati, 04-04-2011. Referensi : dari segala sumber.

Minggu, 03 April 2011

Semur Dagingku

Apa yang ingin saya tulis hari ini ??
Hmmm.....makanan enak kali ya ^_^.

Baiklah... semur daging.
Ibu saya dulu sering membuat semur daging.
Selain semur daging, sering juga beliau membuatkan kami semur tahu.
Meskipun saya sering membatu memasak tapi yang sering terjadi saat ini adalah saya lupa.
Meskipun sebenarnya dulu ibu saya sudah pernah memberi resepnya kepada saya.
Akhirnya, karena merasa malu dengan ibu saya terlalu sering bertanya, saya mencari resep semur di internet.
Dan dapatlah apa yang saya inginkan.
Semur daging dan kentang.

Bahan yang di perlukan adalah :
¼ kg daging
200 gr kentang potong 4
4 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 ruas jahe dikeprak
1 bh tomat potong kasar
3 sdm kecap manis
Gula, garam dan merica secukupnya

Caranya:
• Daging di rebus, setelah dingin dipotong tipis-tipis.
• Bawang merah, bawang putih, jahe, merica, garam di haluskan.
• Bumbu halus ditumis hingga harum
• Masukkan sedikit air kemudian masukkan daging.
• Tambahkan kecap dan tomat potong.
• Masak sampai bumbu meresap pada daging.
• Ketika daging hampir empuk masukkan kentang.
• Masak lagi, sampai kentang empuk.

Cara membuat diatas sudah saya modifikasi sendiri. Dan hasilnya adalah sebagai berikut :



Bagaimana setelah melihat hasilnya ?
Menarik bukan ?! ^_^
Silahkan mencoba...!

[] Runa Rimawati, 04-04-2011

Jumat, 01 April 2011

yang orang bilang "tanggal muda"

Hmmm…tanggal muda ya.
Tahukah anda apa yang ada dalam pikiran wanita yang sudah menikah (ibu-ibu) kita tanggal muda ?

Baiklah, sebelumnya mari kita cari bersama arti tanggal muda itu sendiri.
Bila ada tanggal muda pastilah ada tanggal tua.
Nah, tambah lagi istilah yang sebenarnya kita semua sudah sama-sama tahu artinya.
Tetapi tidak menjadi masalah bukan kalau kita mendefinisikannya ?!
Tanggal muda menurut saya (dan mungkin anda juga) adalah tanggal dimana kita mendapatkan upah dari kerja kita selama satu bulan. Tidak hanya berlaku sehari saja, tanggal muda mempunyai rentang waktu. Sekali lagi menurut saya, rentang waktu tanggal muda adalah awal bulan sampai sampai kira-kira dua minggu sesudahnya.
Bila saya menerima upah dari kerja tanggal 1, maka selama kurang lebih sampai tanggal 15 adalah masih kategori tanggal muda.
Atau dengan kata lain bahwa tanggal muda adalah suatu masa dimana kantong atau dompet kita masih tebal. Tebal akan uang tentu saja.
Dan berarti sebaliknya, tanggal tua adalah 15 hari terakhir dalam satu bulan tsb.
Atau dengan kata lain tanggal tua adalah suatu masa dimana persediaan uang kita sudah menipis alias “kanker” kantong kering.
Saya rasa definisi ini sudah cukup dan tidak perlulah kiranya kita mencari definisinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Ketika tanggal muda tiba, secara otomatis wajah-wajah disekitar kita menjadi sumringah.
Seakan senyum tidak pernah lepas dari bibir.
Orang yang sebelumnya diajak bicara gampang marah dan tersinggung, tiba-tiba menjadi ramah dan senang bercanda.
Pak guru yang sebelumnya gampang marah, tiba-tiba menjadi senang guyon.
Ahhh....begitu indahnya tanggal muda. Karena seakan dunia tersenyum.
Dan andai setiap hari adalah tanggal muda....^_^

Efek lain yang ditimbulkan oleh tanggal muda adalah berjubelnya orang di gerai-gerai ATM. Tentu saja untuk menarik uang tunai.
Untuk jaman yang sudah modern seperti saat ini sudah sangat umum bahwa upah kerja kita di transfer melalui bank dan kita bisa mengambilnya lewat ATM.
Berjubelnya orang tidak hanya kita temui di ATM saja. Di mall dan tempat perbelajaan lain sangat penuh dengan orang.
Pasar yang semula sedikit sepi menjadi ramai kembali.
Orang jualan sayur di perumahan, atau disebut mlijo, sampai tidak kelihatan karena saking banyaknya ibu-ibu yang belanja.
Satu yang sedikit membuat saya tersenyum, bila hari-hari sebelumnya jam 05.30 pagi dagangan tempe, tahu habis dan menyisakan ayam, daging dan ikan laut, ketika tanggal sudah berubah menjadi muda yang terjadi adalah yang sebaliknya.
Hahaha....

Dan apa yang ada dalam pikiran seorang wanita yang sudah menikah saat tanggal muda menjelang ?
Ya tentu saja....rekening listrik, rekening air, belanja bulanan serta belanja harian.
Otak secara otomatis menghitung layaknya kalkulator.
Sekian untuk ini, sekian untuk itu, dan sekian untuk membayar utang serta sekian untuk yang lainnya.
Hebat bukan seorang wanita ?! hahaha...
Maka tak heran uban secara tiba-tiba tumbuh lebat di kepala.
Karena memang meskipun kelihatannya diam tapi otak selalu saja berputar apalagi bila setelah di hitung-hitung uang tidak akan cukup untuk membiayai hidup keluarga selama satu bulan kedepan.
Dan mengenai hal itu suami tidak mau tahu, yang dia tahu bahwa dia sudah memberi uang belanja urusan cukup tidak cukup semua di serahkan sang istri.
Wuihh...pusing tujuh keliling jadinya.
Maka tak heran bila ada pertengkaran dalam rumah tangga hanya karena masalah uang, pembunuhan hanya karena uang dan lain sebagainya yang disebabkan oleh uang.

Sungguh besar pengaruh uang dalam hidup dan kehidupan manusia.
Satu yang harus selalu diingat, 2.5 % upah kita untuk fakir miskin.
Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang selalu bijaksana dalam memperlakukan uang, amin.
[] Runa Rimawati, 01-04-2011.

Sabtu, 11 Desember 2010

Luuuama banget ya...?!

Yup,, lama banget tidak menyalurkan hobby yang satu ini, MENULIS.
Terakhir Agustus tanggal 13 saya posting tulisan lewat blog ini.
Sekarang sudah bulan Desember.
Fiuh...5 bulan vakum...!!! Masya Alloh...
Gitu katanya seneng banget menulis...hehehe...

Memang ada suatu masa ketika saya sangat menikmati hobby satu ini.
Merasakan jiwa yang terbang dan berkelana dengan bebas.
Hanya dengan menghabiskan waktu dengan menulis, saya bisa melupakan waktu.
Sedang asyik, begitu kalimat saya kalau suami saya protes, hahahaha...

OK, kembali ke saat ini.
Sudah seminggu ini saya beraktivitas mengajar setelah selama tiga minggu sebelumnya saya mengikuti Latihan Diklat Prajabatan ( LPJ ), yang bertempat di Villa Duta Kasih Prigen Pasuruan.
Selama LPJ saya mendapatkan begitu banyak teman yang menyenangkan.
Mungkin seminggu pertama masih kaku karena belum mengenal satu dan lainnya.
Setelah 2 minggu terakhir, kekerabatan mulai tumbuh sehingga ketika LPJ harus berakhir, merasa sedih sekali.
Ahh...begitulah, selalu saja perpisahan itu terasa sangat menyakitkan.

Baiklah, kita lupakan saja hal-hal yang sedih.
Saya akan bercerita sesuatu disini.
Masih seputar LPJ.
Pengalaman baru yang benar-benar baru saja saya alami.
Saya ingat betul hari itu. Hari Rabu tanggal 17 November 2010, tepat hari raya Idul Adha.
Rabu pagi itu saya bangun jam 03.00 WIB dengan terbengong-bengong dan heran.
Bagaimana tidak, koq bisa saya pakai kaos trening lengan panjang warna cokelat ?!
Padahal saya ingat betul bahwa saya tidur memakai kaos lengan pendek warna hitam.
Dan kaos hitam yang saya pakai sebelum tidur tetap saya pakai, hanya saja dobelan dengan kaos trening coklat.
Selain itu, di samping kiri bantal saya terdapat kasah berenda putih yang bukan milik saya.
Satu lagi, di tas milik saya terdapat spon untuk mencuci piring yang biasanya terletak di kamar mandi.
Yang bikin heran lagi, ternyata itu bukan kaos milik saya.
pun juga bukan milik salah satu teman sekamar saya.
Kami satu kamar bersepuluh dengan hanya satu kamar mandi. Lima dari Pasuruan dan lima lagi dari Probolinggo dipisahkan oleh tembok dengan satu pintu.
Setelah usut punya usut, ternyata kaos cokelat lengan panjang yang saya pakai adalah milik mbak Anik dari Probolinggo yang di gantung di kapstok dan di taruh di kamar mandi.
Letak bed saya dengan kamar mandi kurang lebihnya sejauh 8 meter.
Aneh bukan ???
Awalnya saya berfikir, mungkin saya ngelindur sambil berjalan ke kamar mandi, kemudian memakai kaos yang tergantung disitu.
Tapi ketika LPJ sudah hampir berakhir, semakin santer terdenganr bisik-bisik mengenai kanehan-keanehan yang terjadi.
Yang malam-malam di ketawain orang tak berujudlah, yang ballpointnya tiba-tiba hilang dan secara tiba-tiba pula ada, dan lain sebagainya.
Hal ini sontak merubah pemikiran saya.
Jangan-jangan saya termasuk orang yang di kerjai oleh makhluk-makhluk tak tampak di villa itu ...
Hiiii...
Dan jadilah saya ketakutan setengah mati sepanjang malam.
Tiap tengah malam ketika saya tiba-tiba terbangun, langsung saja saya ndusel di teman-teman saya yang bednya di atas.

Sampai saat ini, bila saya mencoba mengingat apa yang terjadi malam itu, tetap saja saya tidak ingat sama sekali.
satu yang saya ingat, bahwa ada suatu momen di malam tersebut dimana saya merasa tidur saya tidak nyenyak, tapi setelah itu tidur saya seperti kena ajian sirep. Begitu lelapnya dan baru terbangun ketika alarm HP saya berbunyi.

Kalaupun benar apa yang terjadi malam itu sesuai dengan perkiraan saya, biarlah hanya Yang Diatas yang maha tahu.
[] Pasuruan, 11-12-2010

Jumat, 13 Agustus 2010

jadwal ku




Tara...inilah jadwal ngajar saya dalam satu minggu.
Saya punya waktu libur hanya sehari saja, yaitu hari selasa.
Setelah libur di hari Selasa, saya ngajar 12 jam di hari Rabu.
Bisa anda bayangkan, 4 jam berturu-turut.
untuk 4 jam pertama saya mengajar di kelas X Ototronik untuk mata pelajaran DKK 01.
Sebenarnya bisa saya siasati dengan 2 jam teori 2 jam tugas.
Tapi entahlah, tiap kali selesai mengajar kelas ini saya merasa capek luar biasa.
Seakan tenaga sudah habis saja.
Saya merasa tidak bisa mengendalikan kelas ini. kelas selalu ramai sendiri, dan celometan tak terkendali.
Setiap kali di ingatkan, belum 5 menit mereka selalu saja melakukan hal yang sama.
Kalau kata ibu saya tambeng mereka ini. Kalau bahasa Pasuruan mokong.
Awalnya saya merasa berarti cara mengajar saya yang tidak anak-anak sukai.
Tapi setelah bertanya ke bapak dan ibu guru lain yang juga mengajar kelas ini, beliau semua sependapat dengan saya. Dalam artian beliau-beliau juga mengalami hal yang sama dengan yang saya alami.

Lanjut ke 8 jam terakhir. hehehe...
Delapan jam terakhir adalah pelajaran muatan lokal AutoCAD.
Hanya untuk dua kelas saja, yaitu XI TPm1 dan XI TPM2 dengan durasi 4 jam per pertemuan.
Saya ingat betul semingu pertama saya ngajar, ketika jam 4 jam pertama di Ototronik saya harus masuk jam 07.00 WIB, ketika tiba saatnya saya ngajar AutoCAD suara saya hilang entah kemana.
Dan ketika saya paksakan dada terasa sakit.
Belum lagi kaki yang terasa senut-senut seakan kram akibat seharian berdiri.
Dan jadilah sepulang ngajar, sesampai di rumah (pk 17.30) saya tidak kuat untuk melakukan apapun.
Capek setengah mati baik fisik maupun pikiran.
Kemudian akhirnya saya bersiasat, saya habis kan saja teori (untuk mapel AutoCAD) di pertemuan-pertemuan awal. Tentunya dengan banyak mencatat. Dan kemudian setelah teori habis lanjut ke jobsheet sampai pertemuan terakhir.
Sedikit membantu. Meskipun tiap hari Rabu saya masih merasa kecapekan, paling tidak sudah tidak separah minggu pertama semester ganjil tahun ajaran 2010-2011.

Pertama saya merasa terseok-seok, karena memang profesi ini yang sangat baru untuk saya.
Tapi kemudian saya berusaha menikmatinya.
Bukankah untuk mencapai hasil optimal kita harus melakukan segalanya dengan maksimal ?
[]Runa Rimawati, 13-08-2010

Senin, 09 Agustus 2010

Takut menjadi tua ?

Hari ini hari pertama libur awal puasa.
Mumpung longgar, pagi tadi saya mengecek rambut.
Wow ternyata sudah banyak rambut saya yang memutihalias beruban..hehehe...
Sangat banyak saya temukan di bagian atas kedua telinga dan tepat di atas ubun-ubun.
Banyak uban berarti tua, benar bukan ?!
Umur saya belum 40 tahun, pantaskah di sebut tua ? J
Apakah karena makin tambah umur makin banyak yang dipikirkan, sehingga banyak uban ?
Atau karena memang sudah waktunya ?
Sebenarnya bukan suatu hal yang baru, ketika saya menemukan uban yang tumbuh subur di kepala saya.
Saya sudah akrab dengan yang namanya rambut putih alias uban dari saya masih duduk di sekolah dasar.
Hanya saja uban yang saya temukan saat ini dari satu helai rambut sudah memutih seluruhnya. Kalu jaman saya masih SD dari satu helai rambut, separuh putih dan separuhnya lagi masih hitam.


Dari hasil browsing di internet, uban bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
1.      Faktor Genetik, biasanya orangtua penderita uban dini membuat anak pun mempunyai peluang yang sama,
2.      Kekurangan vitamin B dan zat besi
3.      Kurangnya gizi yang bisa mmbuat enzim pembentuk pigmen berkurang. Untuk mengatasinya makanlah makanan yang mengandung protein
4.      Asap rokok dan polusi
5.      Salah perawatan rambut
6.      Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minuman alkohol dan sering begadang
Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa uban indentik dengan tua.
Jadi sebenarnya saya sudah tua dari SD bukan ?! Hahaha...
TUA, hmmmm...mempunyai konotasi kulit yang mengeriput, menggelambir (tidak kencang), payudara (maaf) yang melorot dan tentu saja banyak uban.
Ih...mengerikan !!
Sungguh hal-hal yang di takutkan seluruh makhluk yang bernama wanita.

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, arti kata tua adalah  sudah lama hidup; lanjut usia (tidak muda lagi).
Tidak muda lagi...!
Siapa yang bisa melawan yang namanya usia ?.
Seiring berjalannya waktu sudah menjadi satu kepastian bahwa seluruh makhluk yang ada ada di muka bumi ini pun menjadi tua.
Apakah anda dan juga saya, takut di katakan tua ?
Perasaan takut sebenarnya manusiawi bukan ?!
Itulah kenapa banyak orang menyiasatinya.
Umur boleh tua, asal fisik nya tetap kencang.
Banyak cara di lakukan saat ini untuk menjaganya.
Pola hidup sehat tentunya. Makan dan minum yang menyehatkan, olah raga teratur dan menjaga pikiran agar selalu fresh.


Menjadi tua adalah pasti, tapi semoga dengan menjadi tua kita juga menjadi pribadi yang makin arif dalam menyikapi hidup ini, amin.
[] Runa Rimawati, 09-08-2010