Rabu, 01 Februari 2012

Apakah sedih bisa dijelaskan ?

Apakah sedih bisa dijelaskan ?
Perlu diketahui bahwa saat ini saya sedang tidak sedih.


Teringat saat saya masih kuliah semester 4, saya lupa entah hari apa. Seingat saya itu masih tengah minggu.
Telepon di kosan berdering dan ternyata itu adalah ibu saya.
Dari jauh saya mendengar suaranya, dan memberitahukan bahwa kakek saya dari bapak meninggal.
Saya tergugu tanpa bisa bersuara saking sedihnya. Suara ibu di seberang sana yang menghibur agar jangan sedih sudah tak terdengar lagi karena saya terlampau sedih.
Saya sangat menyesal kenapa ketika saya pulang hari minggu saya tidak mampir ke rumah kakek. Padahal biasanya tiap kali pulang saya pasti menyempatkan menengok kakek dan nenek.
Kakek adalah seorang pendiam yang hanya berbicara seperlunya saja. Bahkan ketika sakit pun beliau tidak pernah mau untuk menunjukkan kepada kami anak dan cucunya.
Istilahnya tidak mau merepotkan orang lain.
Seandainya waktu bisa di putar ulang, pasti saya akan ke rumah kakek dulu sebelum saya balik ke Malang, untuk mencium tangan dan pipi beliau.
Huuffft….

Sedih merupakan salah satu emosi akibat berhadapan dengan situasi yang mengecewakan, dan muncul akibat penderitaan karena luka, derita dan sakit.
Umumnya ketika merasa sedih maka kita akan menangis.
Namun demikian menangis bukanlah emosi tetapi menangis adalah ekspresi dari sebuah emosi.

Realitanya, jadi sedih bisa di sebabkan oleh berbagai hal. Sedih karena kegagalan, keputus asaan atau kehilangan orang yang di cintai maupun teman.
Untuk point terakhir, sedih karena kehilangan atau harus berpisah dari teman….
Hmmm…
Seorang teman lama pernah berkata dengan sedihnya karena setiap kali mempunyai sahabat tapi ujung-ujungnya harus berpisah.
Saya pun pernah mengalaminya.
Dia adalah teman kerja di tempat kerja saya sebelumnya. Sebenarnya kami tidak terlalu dekat, karena kami berlainan jenis sehingga alangkah lebih baiknya menjaga jarak daripada timbul fitnah. Kami seangkatan ketika masuk di sana. Sehingga cukup sering curhat masalah pekerjaan.
Meskipun saya sedikit risih dengan gaya nya yang sedikit banyak bicara, toh ketika dia resign saya merasa sedih juga.
Perasaan sedih yang lebih karena merasa tidak akan punya teman senasib lagi, lain tidak.
Tahu kah anda obat mujarab untuk mengatasi nya ?
Ya ,,,sang waktu adalah obat paling ampuh nan mujarab yang di anugerahkan oleh Alloh Ta’ala untuk kita.

Benarkah pernyataan saya..? Wallahu a’lam.
[] runa rimawati, 2-Peb-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar