Tara...inilah jadwal ngajar saya dalam satu minggu.
Saya punya waktu libur hanya sehari saja, yaitu hari selasa.
Setelah libur di hari Selasa, saya ngajar 12 jam di hari Rabu.
Bisa anda bayangkan, 4 jam berturu-turut.
untuk 4 jam pertama saya mengajar di kelas X Ototronik untuk mata pelajaran DKK 01.
Sebenarnya bisa saya siasati dengan 2 jam teori 2 jam tugas.
Tapi entahlah, tiap kali selesai mengajar kelas ini saya merasa capek luar biasa.
Seakan tenaga sudah habis saja.
Saya merasa tidak bisa mengendalikan kelas ini. kelas selalu ramai sendiri, dan celometan tak terkendali.
Setiap kali di ingatkan, belum 5 menit mereka selalu saja melakukan hal yang sama.
Kalau kata ibu saya tambeng mereka ini. Kalau bahasa Pasuruan mokong.
Awalnya saya merasa berarti cara mengajar saya yang tidak anak-anak sukai.Tapi setelah bertanya ke bapak dan ibu guru lain yang juga mengajar kelas ini, beliau semua sependapat dengan saya. Dalam artian beliau-beliau juga mengalami hal yang sama dengan yang saya alami.
Lanjut ke 8 jam terakhir. hehehe...
Delapan jam terakhir adalah pelajaran muatan lokal AutoCAD.
Hanya untuk dua kelas saja, yaitu XI TPm1 dan XI TPM2 dengan durasi 4 jam per pertemuan.
Saya ingat betul semingu pertama saya ngajar, ketika jam 4 jam pertama di Ototronik saya harus masuk jam 07.00 WIB, ketika tiba saatnya saya ngajar AutoCAD suara saya hilang entah kemana.
Dan ketika saya paksakan dada terasa sakit.
Belum lagi kaki yang terasa senut-senut seakan kram akibat seharian berdiri.
Dan jadilah sepulang ngajar, sesampai di rumah (pk 17.30) saya tidak kuat untuk melakukan apapun.
Capek setengah mati baik fisik maupun pikiran.
Kemudian akhirnya saya bersiasat, saya habis kan saja teori (untuk mapel AutoCAD) di pertemuan-pertemuan awal. Tentunya dengan banyak mencatat. Dan kemudian setelah teori habis lanjut ke jobsheet sampai pertemuan terakhir.
Sedikit membantu. Meskipun tiap hari Rabu saya masih merasa kecapekan, paling tidak sudah tidak separah minggu pertama semester ganjil tahun ajaran 2010-2011.
Pertama saya merasa terseok-seok, karena memang profesi ini yang sangat baru untuk saya.
Tapi kemudian saya berusaha menikmatinya.
Bukankah untuk mencapai hasil optimal kita harus melakukan segalanya dengan maksimal ?
[]Runa Rimawati, 13-08-2010
