Jumat, 30 Juli 2010

I'm nothing

There is nothing special about me, karena memang tidak ada satupun yang menonjol dari saya.
Orang bilang, janganlah puas hanya menjadi nomor dua, kalau bisa menjadi nomor satu, kenapa tidak.
Saya bukan tipe orang yang egois, mau menang sendiri dengan pendiriannya. Dan tidak pernah menang dalam hal eyel-eyelan. Pernah saya membaca buku, kebanyakan anak nomor dua dari saudara yang banyak memang relatif tidak egois.
Bagaimana menjadi egois, bila saudara saya berjumlah empat sedangkan saya nomor dua dari keluarga sederhana.
Kedua orang tua saya beprofesi sebagai guru, pun begitu tidak terhindar dari yang namanya tanggal tua. Pun begitu, orang tua saya adalah tipe orang tua sederhana yang tidak pernah neko-neko, contohnya hutang sana hutang sini.
Saya ingat betul, dulu ketika masih SMP atau SMA ketika membutuhkan sesuatu, saya berfikir lebih dari dua kali untuk memintanya. Kalupun medesak harus meminta, pasti akhir-akhirnya saya selalu berkata…”panjenengan punya uang apa ndak Pak ? kalo tidak, nunggu Njenengan gajian aja ndak pa-pa”…
Selalu saya berfikir, bahwa beban orang tua saya terlalu berat.
Saya lebih baik mengalah demi kebaikan bersama dan tidak pernah tahan dengan gonthok-gonthokan adu urat syaraf.

Kadang saya berfikir itu adalah salah satu kelemahan saya. Karena membuat saya tidak mempunyai kepercayaan diri. Selalu minder akan kelebihan orang lain.
Ketika masih sekolah dulu, tidak pernah mempunyai kepercayaan diri untuk menonjolkan kelebihan. Padahal mungkin, dari segi akademis saya tidak kalah dari para selebritis sekolah, hahaa…
Bisa di tanya eks teman-teman sekolah saya, siapa yang mengenal Runa Rimawati ?
Mungkin yang tahu hanya teman sekelas saya saja.
Saya akui dengan jujur, bahwa masa-masa SMP dan SMA adalah masa di mana saya tidak mempunyai kepercayaan diri secuil pun.
Ternyata benar bahwa hidup adalah berproses. Dan waktu adalah mesin paling canggih untuk merubah manusia.
Siapa sangka profesi saya sekarang mengharuskan untuk selalu bicara di depan banyak orang.
Dan tahu kah anda semua bahwa saya sungguh jungkir balik untuk menumbuhkan mental percaya diri itu. Maksud saya tentu saja jungkir balik batin.
Kalau ibu saya bilang diunggahe diudhune  .  Bikin stress, benarkah profesi ini yang saya inginkan ?

Setelah seminggu pertama terasa terseok-seok, berperang melawan batin, alhamdulillah selanjutnya saya mulai menikmati.
Terima kasih Tuhan, engkau telah berkahi kami dengan obat mujarab yang bernama waktu.
[] Runa Rimawati, 30-07-2010