Yup,, lama banget tidak menyalurkan hobby yang satu ini, MENULIS.
Terakhir Agustus tanggal 13 saya posting tulisan lewat blog ini.
Sekarang sudah bulan Desember.
Fiuh...5 bulan vakum...!!! Masya Alloh...
Gitu katanya seneng banget menulis...hehehe...
Memang ada suatu masa ketika saya sangat menikmati hobby satu ini.
Merasakan jiwa yang terbang dan berkelana dengan bebas.
Hanya dengan menghabiskan waktu dengan menulis, saya bisa melupakan waktu.
Sedang asyik, begitu kalimat saya kalau suami saya protes, hahahaha...
OK, kembali ke saat ini.
Sudah seminggu ini saya beraktivitas mengajar setelah selama tiga minggu sebelumnya saya mengikuti Latihan Diklat Prajabatan ( LPJ ), yang bertempat di Villa Duta Kasih Prigen Pasuruan.
Selama LPJ saya mendapatkan begitu banyak teman yang menyenangkan.
Mungkin seminggu pertama masih kaku karena belum mengenal satu dan lainnya.
Setelah 2 minggu terakhir, kekerabatan mulai tumbuh sehingga ketika LPJ harus berakhir, merasa sedih sekali.
Ahh...begitulah, selalu saja perpisahan itu terasa sangat menyakitkan.
Baiklah, kita lupakan saja hal-hal yang sedih.
Saya akan bercerita sesuatu disini.
Masih seputar LPJ.
Pengalaman baru yang benar-benar baru saja saya alami.
Saya ingat betul hari itu. Hari Rabu tanggal 17 November 2010, tepat hari raya Idul Adha.
Rabu pagi itu saya bangun jam 03.00 WIB dengan terbengong-bengong dan heran.
Bagaimana tidak, koq bisa saya pakai kaos trening lengan panjang warna cokelat ?!
Padahal saya ingat betul bahwa saya tidur memakai kaos lengan pendek warna hitam.
Dan kaos hitam yang saya pakai sebelum tidur tetap saya pakai, hanya saja dobelan dengan kaos trening coklat.
Selain itu, di samping kiri bantal saya terdapat kasah berenda putih yang bukan milik saya.
Satu lagi, di tas milik saya terdapat spon untuk mencuci piring yang biasanya terletak di kamar mandi.
Yang bikin heran lagi, ternyata itu bukan kaos milik saya.
pun juga bukan milik salah satu teman sekamar saya.
Kami satu kamar bersepuluh dengan hanya satu kamar mandi. Lima dari Pasuruan dan lima lagi dari Probolinggo dipisahkan oleh tembok dengan satu pintu.
Setelah usut punya usut, ternyata kaos cokelat lengan panjang yang saya pakai adalah milik mbak Anik dari Probolinggo yang di gantung di kapstok dan di taruh di kamar mandi.
Letak bed saya dengan kamar mandi kurang lebihnya sejauh 8 meter.
Aneh bukan ???
Awalnya saya berfikir, mungkin saya ngelindur sambil berjalan ke kamar mandi, kemudian memakai kaos yang tergantung disitu.
Tapi ketika LPJ sudah hampir berakhir, semakin santer terdenganr bisik-bisik mengenai kanehan-keanehan yang terjadi.
Yang malam-malam di ketawain orang tak berujudlah, yang ballpointnya tiba-tiba hilang dan secara tiba-tiba pula ada, dan lain sebagainya.
Hal ini sontak merubah pemikiran saya.
Jangan-jangan saya termasuk orang yang di kerjai oleh makhluk-makhluk tak tampak di villa itu ...
Hiiii...
Dan jadilah saya ketakutan setengah mati sepanjang malam.
Tiap tengah malam ketika saya tiba-tiba terbangun, langsung saja saya ndusel di teman-teman saya yang bednya di atas.
Sampai saat ini, bila saya mencoba mengingat apa yang terjadi malam itu, tetap saja saya tidak ingat sama sekali.
satu yang saya ingat, bahwa ada suatu momen di malam tersebut dimana saya merasa tidur saya tidak nyenyak, tapi setelah itu tidur saya seperti kena ajian sirep. Begitu lelapnya dan baru terbangun ketika alarm HP saya berbunyi.
Kalaupun benar apa yang terjadi malam itu sesuai dengan perkiraan saya, biarlah hanya Yang Diatas yang maha tahu.
[] Pasuruan, 11-12-2010
Sabtu, 11 Desember 2010
Jumat, 13 Agustus 2010
jadwal ku
Tara...inilah jadwal ngajar saya dalam satu minggu.
Saya punya waktu libur hanya sehari saja, yaitu hari selasa.
Setelah libur di hari Selasa, saya ngajar 12 jam di hari Rabu.
Bisa anda bayangkan, 4 jam berturu-turut.
untuk 4 jam pertama saya mengajar di kelas X Ototronik untuk mata pelajaran DKK 01.
Sebenarnya bisa saya siasati dengan 2 jam teori 2 jam tugas.
Tapi entahlah, tiap kali selesai mengajar kelas ini saya merasa capek luar biasa.
Seakan tenaga sudah habis saja.
Saya merasa tidak bisa mengendalikan kelas ini. kelas selalu ramai sendiri, dan celometan tak terkendali.
Setiap kali di ingatkan, belum 5 menit mereka selalu saja melakukan hal yang sama.
Kalau kata ibu saya tambeng mereka ini. Kalau bahasa Pasuruan mokong.
Awalnya saya merasa berarti cara mengajar saya yang tidak anak-anak sukai.Tapi setelah bertanya ke bapak dan ibu guru lain yang juga mengajar kelas ini, beliau semua sependapat dengan saya. Dalam artian beliau-beliau juga mengalami hal yang sama dengan yang saya alami.
Lanjut ke 8 jam terakhir. hehehe...
Delapan jam terakhir adalah pelajaran muatan lokal AutoCAD.
Hanya untuk dua kelas saja, yaitu XI TPm1 dan XI TPM2 dengan durasi 4 jam per pertemuan.
Saya ingat betul semingu pertama saya ngajar, ketika jam 4 jam pertama di Ototronik saya harus masuk jam 07.00 WIB, ketika tiba saatnya saya ngajar AutoCAD suara saya hilang entah kemana.
Dan ketika saya paksakan dada terasa sakit.
Belum lagi kaki yang terasa senut-senut seakan kram akibat seharian berdiri.
Dan jadilah sepulang ngajar, sesampai di rumah (pk 17.30) saya tidak kuat untuk melakukan apapun.
Capek setengah mati baik fisik maupun pikiran.
Kemudian akhirnya saya bersiasat, saya habis kan saja teori (untuk mapel AutoCAD) di pertemuan-pertemuan awal. Tentunya dengan banyak mencatat. Dan kemudian setelah teori habis lanjut ke jobsheet sampai pertemuan terakhir.
Sedikit membantu. Meskipun tiap hari Rabu saya masih merasa kecapekan, paling tidak sudah tidak separah minggu pertama semester ganjil tahun ajaran 2010-2011.
Pertama saya merasa terseok-seok, karena memang profesi ini yang sangat baru untuk saya.
Tapi kemudian saya berusaha menikmatinya.
Bukankah untuk mencapai hasil optimal kita harus melakukan segalanya dengan maksimal ?
[]Runa Rimawati, 13-08-2010
Senin, 09 Agustus 2010
Takut menjadi tua ?
Hari ini hari pertama libur awal puasa.
Mumpung longgar, pagi tadi saya mengecek rambut.
Wow ternyata sudah banyak rambut saya yang memutihalias beruban..hehehe...
Sangat banyak saya temukan di bagian atas kedua telinga dan tepat di atas ubun-ubun.
Banyak uban berarti tua, benar bukan ?!
Umur saya belum 40 tahun, pantaskah di sebut tua ? J
Apakah karena makin tambah umur makin banyak yang dipikirkan, sehingga banyak uban ?
Atau karena memang sudah waktunya ?
Sebenarnya bukan suatu hal yang baru, ketika saya menemukan uban yang tumbuh subur di kepala saya.
Saya sudah akrab dengan yang namanya rambut putih alias uban dari saya masih duduk di sekolah dasar.
Hanya saja uban yang saya temukan saat ini dari satu helai rambut sudah memutih seluruhnya. Kalu jaman saya masih SD dari satu helai rambut, separuh putih dan separuhnya lagi masih hitam.
Dari hasil browsing di internet, uban bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
1. Faktor Genetik, biasanya orangtua penderita uban dini membuat anak pun mempunyai peluang yang sama,
2. Kekurangan vitamin B dan zat besi
3. Kurangnya gizi yang bisa mmbuat enzim pembentuk pigmen berkurang. Untuk mengatasinya makanlah makanan yang mengandung protein
4. Asap rokok dan polusi
5. Salah perawatan rambut
6. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minuman alkohol dan sering begadang
Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa uban indentik dengan tua.
Jadi sebenarnya saya sudah tua dari SD bukan ?! Hahaha...
TUA, hmmmm...mempunyai konotasi kulit yang mengeriput, menggelambir (tidak kencang), payudara (maaf) yang melorot dan tentu saja banyak uban.
Ih...mengerikan !!
Sungguh hal-hal yang di takutkan seluruh makhluk yang bernama wanita.
Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, arti kata tua adalah sudah lama hidup; lanjut usia (tidak muda lagi).
Tidak muda lagi...!
Siapa yang bisa melawan yang namanya usia ?.
Seiring berjalannya waktu sudah menjadi satu kepastian bahwa seluruh makhluk yang ada ada di muka bumi ini pun menjadi tua.
Apakah anda dan juga saya, takut di katakan tua ?
Perasaan takut sebenarnya manusiawi bukan ?!
Itulah kenapa banyak orang menyiasatinya.
Umur boleh tua, asal fisik nya tetap kencang.
Banyak cara di lakukan saat ini untuk menjaganya.
Pola hidup sehat tentunya. Makan dan minum yang menyehatkan, olah raga teratur dan menjaga pikiran agar selalu fresh.
Menjadi tua adalah pasti, tapi semoga dengan menjadi tua kita juga menjadi pribadi yang makin arif dalam menyikapi hidup ini, amin.
[] Runa Rimawati, 09-08-2010
Jumat, 30 Juli 2010
I'm nothing
There is nothing special about me, karena memang tidak ada satupun yang menonjol dari saya.
Orang bilang, janganlah puas hanya menjadi nomor dua, kalau bisa menjadi nomor satu, kenapa tidak.
Saya bukan tipe orang yang egois, mau menang sendiri dengan pendiriannya. Dan tidak pernah menang dalam hal eyel-eyelan. Pernah saya membaca buku, kebanyakan anak nomor dua dari saudara yang banyak memang relatif tidak egois.
Bagaimana menjadi egois, bila saudara saya berjumlah empat sedangkan saya nomor dua dari keluarga sederhana.
Kedua orang tua saya beprofesi sebagai guru, pun begitu tidak terhindar dari yang namanya tanggal tua. Pun begitu, orang tua saya adalah tipe orang tua sederhana yang tidak pernah neko-neko, contohnya hutang sana hutang sini.
Saya ingat betul, dulu ketika masih SMP atau SMA ketika membutuhkan sesuatu, saya berfikir lebih dari dua kali untuk memintanya. Kalupun medesak harus meminta, pasti akhir-akhirnya saya selalu berkata…”panjenengan punya uang apa ndak Pak ? kalo tidak, nunggu Njenengan gajian aja ndak pa-pa”…
Selalu saya berfikir, bahwa beban orang tua saya terlalu berat.
Saya lebih baik mengalah demi kebaikan bersama dan tidak pernah tahan dengan gonthok-gonthokan adu urat syaraf.
Kadang saya berfikir itu adalah salah satu kelemahan saya. Karena membuat saya tidak mempunyai kepercayaan diri. Selalu minder akan kelebihan orang lain.
Ketika masih sekolah dulu, tidak pernah mempunyai kepercayaan diri untuk menonjolkan kelebihan. Padahal mungkin, dari segi akademis saya tidak kalah dari para selebritis sekolah, hahaa…
Bisa di tanya eks teman-teman sekolah saya, siapa yang mengenal Runa Rimawati ?
Mungkin yang tahu hanya teman sekelas saya saja.
Saya akui dengan jujur, bahwa masa-masa SMP dan SMA adalah masa di mana saya tidak mempunyai kepercayaan diri secuil pun.
Ternyata benar bahwa hidup adalah berproses. Dan waktu adalah mesin paling canggih untuk merubah manusia.
Siapa sangka profesi saya sekarang mengharuskan untuk selalu bicara di depan banyak orang.
Dan tahu kah anda semua bahwa saya sungguh jungkir balik untuk menumbuhkan mental percaya diri itu. Maksud saya tentu saja jungkir balik batin.
Kalau ibu saya bilang diunggahe diudhune . Bikin stress, benarkah profesi ini yang saya inginkan ?
Setelah seminggu pertama terasa terseok-seok, berperang melawan batin, alhamdulillah selanjutnya saya mulai menikmati.
Terima kasih Tuhan, engkau telah berkahi kami dengan obat mujarab yang bernama waktu.
[] Runa Rimawati, 30-07-2010
Langganan:
Komentar (Atom)
